Beranda


PROFIL  AKSELERASI SODAQOH FIKRUL AKBAR (ASOFA)

Akselerasi Sodaqoh fikrul Akbar (ASOFA) merupakan lembaga nirlaba yang menghimpun zakat, infak, sodaqoh, wakaf dan pemberdayaan ekonomi umat untuk mustahik dengan tekad percepatan sodakoh dalam penerimaan dan penyaluran yang amanah, profesional, peduli.

LANDASAN ASOFA (BERDASARKAN SURAT) :

  1. ALI IMRAN (3) : 133

Dan  bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,” (Ali Imran [3]: 133).

  1. AL-ANBIYA(21) :90

Maka berlomba-lombalah dalam kebaikan

Ada kata menarik pada ayat tersebut, yakni kata “bersegeralah”, yang secara tegas memerintahkan dan memotivasi kita untuk bersegera, percepatan (akselerasi) menuju ampunan dan surga Allah swt.

Ternyata Allah swt selalu menggunakan kata yang mengindikasikan segera, percepatan atau akselerasi (memacu kecepatan) dalam urusan demi akhirat atau raih surga-Nya.Sebaliknya untuk urusan dunia, tidak menggunakan dengan bahasa percepatan.

 

BERDASARKAN HADIS

أَنَسٍرَضِيَاللهُعَنْهُقَالَقَالَرَسُوْلُاللهِصَلَّىاللهُعَلَيْهِوَسَلّمَ : سَبْعٌيَجْرِيلِلْعَبْدِأَجْرُهُنَّوَهُوَفِيقَبْرِهِبَعْدَمَوْتِهِ : مَنْعَلَّمَعِلْمًاأَوْأَجْرَىنَهْرًاأَوْحَفَرَبِئْرًاأَوْغَرَسَنَخْلاًأَوْبَنَىمَسْجِدًاأَوْوَرَّثَمُصْحَفًاأَوْتَرَكَوَلَدًايَسْتَغْفِرُلَهُبَعْدَمَوْتِهِ

Dari Anas Radhiyallahu anhu , beliau mengatakan, ” Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Ada tujuh hal yang pahalanya akan tetap mengalir bagi seorang hamba padahal dia sudah terbaring dalam kuburnya setelah wafatnya (yaitu) : Orang yang yang mengajarkan suatu ilmu, mengalirkan sungai, menggali sumur, menanamkan kurma, membangun masjid, mewariskan mushaf atau meninggalkan anak yang memohonkan ampun buatnya setelah dia meninggal

Hadits ini diriwayatkan oleh al-Bazzar dalam Kasyful Astâr, hlm. 149. hadits ini dinilai hasan oleh Syaikh al-Albani rahimahullah dalam shahihul Jami’, no. 3602

Wahai saudaraku !Renungkanlah sejenak amalan-amalan ini lalu berusahalah untuk mendapatkan bagian darinya selama engkau masih diberi kesempatan di dunia. Bergegaslah (Percepatan) untuk mengerjakannya sebelum umurmu habis dan ajal datang menjemput.

 

MEDIA AKSELERASI SODAKOH FA

  1. Membangun Masjid
  2. Menanam Pohon
  3. Doa anak sholeh Penghafal Qu’ran
  4. GE RINDU (GERAKAN INFAK DUA RIBU)
  5. PEJUANG ASOFA (DONATUR TETAP)

Memacu akselerasi atau percepatan sedekah demi  urusan akhirat atau meraih surgaNya

 

PROGRAM POLIKLINIK &TIBUNABAWI

Pelayanan kebutuhan kesehatan dan kemanusiaan fikrul akbar tergabung dalam program berkelanjutan untuk yatim dan dhuafa di bidang poliklinik dan tibunabawi.

 

PROGRAM MEMAKMURKAN MASJID & DIMAKMURKAN MASJID / DMI

Kegiatan memakmurkan, membersihkan karpet atau cuci karpet masjid, pelatihan kepada marbot cara membersihkan masjid yang baik & benar, memperbaiki sound system atau Toa masjid yang tidak bagus suaranya.

 

Program Mobil Qur’an

Program mobil qur’an merupakan sub divisi khusus bidang pendidikan membantu meningkatkan dan memotivasi belajar Al qur’an sejak dini hingga dewasa bagi masyarakat dengan cara mobile (berpindah  – pindah dari satu tempat ke tempat lainnya yang membutuhkan keberadaan mobil qur’an).

Shodaqoh pohon dari fikrul akbar program seribu pohon untuk DKM se-Bekasi raya pada januari 2016.

  • 100 Pohon = Rp. 2.000.000,-
  • 1000 Pohon = Rp. 20.000.000,-

 

PROGRAM  MENGAJARKAN ILMU  &  MEMBENTUK  ANAK SHOLEH

Layanan Penghapal Al-Qur’an

Program layanan penghapal Al-Qur’an ini  berbasis anak-anak yatim dan dhuafa yang dilaksanakan di desa binaan diantaranya dikampung Asem babelan dan dikampung Bahagia kali abang Bekasi.

Layanan yang diberikan diantaranya :

Rumah Tahfidz

Layanan yang diberikan berupa memotifasi masyarakat & menyediakan fasilitas untuk menghapal dan mempelajari Al-Qur’an.

Jum’at Berkah Yatim & Dhuafa

Pemberian makanan dilakukan untuk meningkatkan gizi anak dengan memperhatikan

kandungan gizi yang ada di dalamnya, seperti susu, bubur kacang dan makanan bergizi lainnya.

Renuangan ASOFA

 

Wahai saudaraku !Renungkanlah sejenak amalan-amalan ini lalu berusahalah untuk mendapatkan bagian darinya selama engkau masih diberi kesempatan di dunia. Bergegaslah (Percepatan) untuk mengerjakannya sebelum umurmu habis dan ajal datang menjemput

  • Mengajarkan Ilmu.
    Kata ilmu yang dimaksudkan disini adalah ilmu bermanfaat yang bisa mengantarkan seseorang agar mengerti tentang agama mereka, bisa mengenalkan Rabb dan sesembahan mereka; ilmu yang bisa menuntun mereka ke jalan yang lurus; Ilmu yang dengannya bisa membedakan antara petunjuk dan kesesatan, kebenaran dan kebathilan, serta halal dan haram. Dari sini, nampak jelas besarnya keutamaan para Ulama yang selalu mamberi nasehat dan para da’i yang ikhlas. Merekalah (ibarat) pelita bagi manusia, penyangga negara, pembimbing umat dan sumber hikmah

Orang yang berpartisipasi dalam mencetak buku-buku yang bermanfaat, dan menyebarkan buku-buku karya para Ulama yang sarat dengan faedah serta membagikan kaset-kaset ilmiyyah maka dia juga mendapatkan pahala yang besar dari sisi Allâh Azza wa Jalla .

  1. Mengalirkan Sungai
    Maksudnya adalah membuat aliran-aliran sungai dari mata air dan sungai induk, supaya airnya bisa sampai ke pemukiman masyarakat serta sawah ladang mereka. Dengan demikian, manusia akan terhindar dari dahaga, tanaman tersirami, serta binatang ternak mendapatkan air minum.
  2. Menggali Sumur
    Ini pahala yang didapatkan oleh orang yang memberikan minum, lalu bagaimana dengan orang yang menggali sumur yang dengan keberadaannya akan tercukupi kebutuhan minum banyak orang dan bisa dimanfaatkan oleh banyak orang.
  3. Menanam Pohon Kurma
    Telah diketahui bersama bahwa pohon kurma merupakan pohon termulia dan memiliki banyak manfaat buat manusia. Maka barangsiapa menanam pohon kurma dan mendermakan buahnya untuk kaum Muslimin, maka pahalanya akan terus mengalir setiap kali ada orang memakan buahnya atau setiap kali ada yang memanfaatkannya baik manusia maupun hewan. Ini juga berlaku bagi siapa saja yang menanam segala macam pohon yang bermanfaat bagi manusia
  4. Membangun Masjid
    Masjid merupakan tempat yang paling dicintai Allâh Azza wa Jalla. Sebuah tempat yang Allâh perintahkan untuk diangkat dan disebut nama-Nya di sana. Apabila masjid telah dibangun maka di sana akan dilaksanakan shalat, dibaca ayat-ayat al-Qur’ân, nama-nama Allâh Azza wa Jalla akan disebut, ilmu-ilmu akan diajarkan, serta bisa menjadi tempat berkumpulnya kaum Muslimin, masih banyak faedah-faedah yang lain. Masing-masing poin itu bisa menghasilkan pahala.
  5. Mewariskan al-Qur’ân
    Ini bisa dilakukan dengan cara mencetak atau membeli mushaf al-Qur’an lalu mewakafkannya di masji-masjid dan majlis-majlis ilmu agar bisa dimanfaatkan oleh kaum Muslimin. Orang yang mewakafkan mushaf al-Qur’an akan mendapatkan pahala setiap kali ada orang yang membacanya, mentadabburi maknanya dan mengamalkan kandungannya.
  6. Mendidik Anak-anak
    Memberikan pendidikan yang baik kepada anak-anak serta berusaha maksimal membesarkan mereka dalam ketaqwaan dan kebaikan. Sehingga diharapkan, mereka akan menjadi anak-anak yang berbakti dan shalih, yang mendoakan kebaikan untuk kedua orang tua mereka, dan memohonkan rahmat serta ampunan buat kedua orang tua mereka. Ketahuilah wahai saudaraku, bahwa sesungguhnya ini termasuk hal-hal yang masih bermanfaat bagi seseorang meski ia sudah menjadi mayit.

Senada dengan hadits di awal yaitu hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِنَّمِمَّايَلْحَقُالْمُؤْمِنَمِنْعَمَلِهِوَحَسَنَاتِهِبَعْدَمَوْتِهِعِلْمًاعَلَّمَهُوَنَشَرَهُوَوَلَدًاصَالِحًاتَرَكَهُوَمُصْحَفًاوَرَّثَهُأَوْمَسْجِدًابَنَاهُأَوْبَيْتًالِابْنِالسَّبِيلِبَنَاهُأَوْنَهْرًاأَجْرَاهُأَوْصَدَقَةًأَخْرَجَهَامِنْمَالِهِفِيصِحَّتِهِوَحَيَاتِهِيَلْحَقُهُمِنْبَعْدِمَوْتِهِ

Sesungguhnya diantara amal dan kebaikannya yang akan menyertai seorang Mukmin setelah meninggalnya adalah ilmu yang diajarkan dan disebarkannya, anak shalih yang ditinggalkannya, mushaf yang diwariskannya, masjid yang dibangun, rumah persinggahan yang dibangun bagi orang yang sedang menempuh perjalanan, sungai yang dialirkannya, sedekah yang dia keluarkan dari hartanya saat masih sehat dan hidup akan menyertainya sampai meninggalnya [4]

Ketika menjelaskan maksud dari shadaqah jariyah, sekelompok para Ulama mengatakan bahwa maksudnya adalah wakaf.Sebagian besar dari perkara-perkara yang dipaparkan di atas termasuk shadaqah jariyah.

Dan sabdanya :((أَوْبَيْتًالِابْنِالسَّبِيلِبَنَاهُ )) yang artinya rumah yang dibangun untuk orang yang sedang melakukan perjalanan.

Di dalam potongan sabda beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam ini terdapat isyarat keutamaan membangun rumah dan mewaqafkannya agar bisa dimanfaatkan oleh kaum Muslimin secara umum, baik ibnu sabîl, para penuntut ilmu, anak-anak yatim, para janda ataupun orang-orang fakir dan miskin. Alangkah banyak kebaikan dan kemaslahan yang terealisasi dengan hal ini.

Terkadang hal-hal tersebut di atas memancing munculnya berbagai amalan-amalan yang penuh barakah yang akan tetap menghasilkan pahala bagi pelakunya meskipun dia sudah meninggal dunia.

Akhirnya, kita memohon kepada Allâh Azza wa Jalla agar Allâh Azza wa Jalla memberikan taufiq-Nya kepada kita untuk melakukan semua kebaikan dan agar Allâh Azza wa Jalla senantiasa membantu kita dalam melakukan berbagai aktifitas kebaikan dan senantiasa membimbing kita dalam meniti jalan petunjuk.

Menurut Nabil Hamid Ma’adz, dalam bukunya Kaifa Nasluk Thariq al-Jannah, ternyata Allah swt selalu menggunakan kata yang mengindikasikan segera, percepatan atau akselerasi (memacu kecepatan) dalam urusan demi akhirat atau raih surga-Nya. Sebaliknya untuk urusan dunia, tidak menggunakan dengan bahasa percepatan.

Dilihat dalam al-Qur’an

Untuk akhirat dan surga selalu menggunakan kata :

  1. Musara’ah (Bersegera)
  2. Musabaqah (Berlomba-lomba)
  3. Mubadarah (Bergegas), dan kata sejenisnya.

Sedang membicarakan dunia, maka menggunakan kata

  1. Masyyi (Berjalan biasa)
  2. Intisyar (Bertebaranlah)
  3. Qashd (Bermaksud),
  4. I’tidal (Seimbang),
  5. La tansa (Jangan lupa), dan kata sejenisnya.

Berlomba-lombalah kamu demi mendapatkan ampunan Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi. (al-Hadid [57]: 21)

Maka berlomba-lombalah dalam kebaikan. (al-Anbiya [21]: 90)

Dalam arti, bersainglah, berpaculah, segeralah, akselerasilah demi untuk surga dan raih kebaikan akhirat.